Sunday, December 31, 2017

Sejarah Stoke City FC

 Sejarah Stoke City FC     Nama lengkap Stoke City didirikan pada tahun 1863 dengan Henry Almond dan teman-temannya nama pertama kalinya dengan sebutan Stoke Rambles di kota Stoke-on-Trent, daerah Staffordshire, kota Inggris. Henry Almond iyalah merupakan salah satunya seseorang pekerja tukang masak di dapur kereta Api di North Staffordshire Railway Works iyalah orang pertama kalinya yang di percayai untuk membuka lapangan sepak bola dan dia pun mengajak para pekerja yang ada disana. Yang memanggil dari Henry Almond iyalah sesudah ia membentuk klub Stoke dan sebagai kapten di berapa perlagaan awalnya Stoke, dan ia lalu untuk memutuskan dan melepaskan sebagai pemain bola kaki lalu dia pun berpinda profesinya sebagai seseorang manajer.  Klub Stoke City -on-Trent iyalah sesuatu kota yang sangat-sangat kondang menjadi mata pabrik benda-benda pecah belah ( didaerah ) kota Inggris. Terjadilah kenaapa kota Stoke dan rakyat aslinya dipanggil menjadi The Potteries dan hingga saat ini disebut-sebut {Potteries = barang pecah belah}. Kota itu iyalah punya lebar selurunya 93,75 km2 {dan luasnya seperti kota Jambi} drngan banyaknya penduduk 250 ribu jiwa.  Klub Stoke mengganti nama dari Stoke Ramblers manjadi Stoke City di musim 1925 sesudah Stoke-on-Trent untuk memastikan menjadi sebentuk kota yang besar di city. Untuk

Nama lengkap Stoke City didirikan pada tahun 1863 dengan Henry Almond dan teman-temannya nama pertama kalinya dengan sebutan Stoke Rambles di kota Stoke-on-Trent, daerah Staffordshire, kota Inggris. Henry Almond iyalah merupakan salah satunya seseorang pekerja tukang masak di dapur kereta Api di North Staffordshire Railway Works iyalah orang pertama kalinya yang di percayai untuk membuka lapangan sepak bola dan dia pun mengajak para pekerja yang ada disana. Yang memanggil dari Henry Almond iyalah sesudah ia membentuk klub Stoke dan sebagai kapten di berapa perlagaan awalnya Stoke, dan ia lalu untuk memutuskan dan melepaskan sebagai pemain bola kaki lalu dia pun berpinda profesinya sebagai seseorang manajer.

Klub Stoke City -on-Trent iyalah sesuatu kota yang sangat-sangat kondang menjadi mata pabrik benda-benda pecah belah ( didaerah ) kota Inggris. Terjadilah kenaapa kota Stoke dan rakyat aslinya dipanggil menjadi The Potteries dan hingga saat ini disebut-sebut {Potteries = barang pecah belah}. Kota itu iyalah punya lebar selurunya 93,75 km2 {dan luasnya seperti kota Jambi} drngan banyaknya penduduk 250 ribu jiwa.

Klub Stoke mengganti nama dari Stoke Ramblers manjadi Stoke City di musim 1925 sesudah Stoke-on-Trent untuk memastikan menjadi sebentuk kota yang besar di city. Untuk memastikan, nama Stoke ia merupakan salah satunya dari Stoc dan dalam bahasa inggris kuno yang sangat berati tempat perjumpaan oleh ladang pohon yang sangat lebar.

Klub itu dibangun di tahun 1863 dan menjadikan klub Stoke City sebagai sepak bola yang terkenal dan yang paling lama ke-2 di kota Inggris dan untuk sedunia.sesudah Notts County yang dibangun di tahun 1862. Klub Stoke City iyalah salah satunya klub ajaran La Liga yang terlatih di kota Inggris {The Football League} pada tahun 1888 akan tetapi sebagi ironis seterus sebagai juru kuncinya di 3 tahun awalnya. Di tahun 1908 klub itu menjalani kerugian untuk para pekerja dipaksakan harus membangun ulang kembali untuk klub City dari awal lagi. Klub itu ternyata bisa kembali bertanding di Liga untuk 15 tahun berikutnya pada tahun 1922-1923. Ternyata klub itu dikenal juga sebagai panggilan The Potters, sesuatu nama yang diambil dari nama The Potters, pangilan itu iyalah nama kota asli Stoke-on-Trent.

Logo Stoke City iyalah Vis Unita Fortior yang sama dengan United Strength Is Stronger logo itu merupakan dari logo resmi kota Stoke-on-Trent. Stoke City menerbitkan dengan huruf { S } menjadikan logo Stoke untuk yang pertama kalinya dibangun. Oleh klub dan mereka sempat juga memakai logo kota Stoke-on-Trent menjadi logo klub di tahun 61 dan 91an. Logo tersebut untuk masa sekarang dijadikan pada tahun 2001.

The Potters memakaikan strip merah-putih menjadi warna kota City. Dan warna itu di conto dari warna yang terpajang didalam logo kota Stoke-on-Trent. Biarpun begitu pertama kalinya di bangun Stoke mengenankan kostum sebagai warna garis horizontal biru-merah dan hitam-biru. Gambar garis tegak putih-merah untuk pertama kalinya dipakai di tahun 1883. Dan bertahan hingga saat ini. Teman-teman toke City membuat lagu {Delilah} menjadikan anthem untuk bagian klub Stoke City. Lalu itu merupakan memberihan dari Tom Jones itu awal dibuat pada tahun 1970. Dimana penggemar klub Stoke City pertama kalinya dinyanyikan di pub-pub yang dimana biasanya mereka bergabung. Lalu lagu itu pun menjadi terkenal di daerah penggemar Stoke dan pada akhirnya lagu itu sangat sering dinyanyikan di lapangan setiap saat mereka mau berlaga.


PASCA PERANG DUNIA II (1946-1953)


Perang Dunia memaksa kompetisi liga untuk berhenti selama 6 tahun. Musim kompetisi dimulai pada 1946-1947, ketika itu Stoke nyaris menjuarai liga kalau saja mereka mereka bisa menang pada partai terakhir. Sayangnya Stoke malah kalah 1-2 dari Sheffield United dan gelar juara liga pun melayang ke Liverpool.

Pada ekspresi dominan itu pula Stanley Matthews pindah ke Blackpool ketika liga menyisakan 3 pertandingan. Musim 1952-1953, Stoke terdegradasi ke divisi 2 dan managernya, Bob McGory, mundur sehabis 17 tahun mengabdi.


ERA TONY WADDINGTON (1960-1977)


Tony Waddington ditunjuk menjadi manager klub pada Juni 1960 sehabis sebelumnya menjabat ajun manager klub. Waddington menciptakan keputusan penting dengan menarik kembali Stanley Matthews untuk bermain di Stoke sehabis 14 tahun meninggalkan klub.

Umur Mathews sendiri kala itu telah mencapai 46 tahun ! Kembalinya Mathews eksklusif kuat pada kemajuan klub untuk bisa mencapai posisi 8 pada ekspresi dominan 1961-1962. Setahun kemudian, ekspresi dominan 1962-1963, Stoke menjuarai divisi 2 sekaligus promosi ke divisi satu.

Stanley Matthews age 50Musim 1963-1964, Stoke tampil baik di divisi satu dan bisa duduk di papan tengah klasemen. Peran Matthews ketika itu penting sekali sehingga mereka bisa masuk ke final Piala Liga walaupun kalah dari Leicester City. Pada tahun 1965, Stanley Mathews yang berumur 50 tahun, mendapat pengahargaan ‘Knighhood’ dari kerajaan Inggris menyangkut pengabdiannya pada sepakbola. Penghargaan itu diberikan sebelum ia tampil ke 701-kalinya, yang juga merupakan penampilannya yang terakhir untuk klub.

Gordon Banks, jagoan Piala Dunia 1966 Inggris, bergabung dengan Stoke City dengan biaya transfer £52.000 dari Leicester City. Dikenal sebagai kiper terbaik dunia pada waktu itu, tugas Banks terbukti penting dalam menjaga kestabilan penampilan klub di divisi satu. Stoke lalu menjuarai gelar pentingnya yang pertama, Piala Liga, pada 4 Maret 1972. Di final Wembley didepan 97.852 penonton, mereka sukses menggulingkan favorit juara, Chelsea, dengan skor 2-1. Januari 1976, stadion Victoria Ground terbakar di salah satu tribunnya, dengan beaya perbaikan yang mencapai £250.000. Harus mengeluarkan dana yang begitu besar menciptakan klub kehabisan dana. Pemain bintang menyerupai Alan Hudson, Mike Pejic dan Jimmy Greenhoff dijual dengan total £440,000. Dengan keadaan tim yang compang camping, Stoke tidak bisa menghindar lagi dari degradasi pada ekspresi dominan 1976-1977. Waddington pun akibatnya meninggalkan klub sehabis 17 tahun mengabdi.


PERIODE 1977-1997


Stoke gres sanggup promosi ke divisi satu lagi pada ekspresi dominan 1978-1979 dibawah manager Alan Durban. Stoke lalu bertahan di divisi satu hingga ekspresi dominan 1984-1985, dimana mereka terdegradasi sehabis hanya bisa menang 3 kali sepanjang liga dan mengumpulkan 17 poin. Setelah itu Stoke terus merosot dan benar-benar hanya menjadi klub divisi kelas bawah Inggris.

Britannia Stadium dan Kedatangan Grup Islandia Musim 1997-1998, Stoke pindah ke markas barunya, The Brittania Stadium, sehabis 119 tahun mendiami Victoria Ground. Brittania Stadium memiliki 2 sudut yang ditutup dengan tribun corner dan 2 yang terbuka. Di luar stadion ada sebuah monumen untuk mengenang Stanley Mathews, pemain terbaik Stoke sepanjang sejarahnya. Pada tahun 1999, saham Stoke Citydibeli sebanyak 66.6% oleh sebuah konsorsium asal Islandia dengan nilai £6,6 juta. Gary Megson yang ketika itu menangani klub harus angkat kaki sebab pemilik gres klub akan menunjuk Gudjon Thordarson sebagai manager gres Stoke City. Thordarson lalu berjasa membawa Stoke untuk promosi ke divisi 2 pada ekspresi dominan 2000-2001, namun tidak usang sehabis kepastian promosi, Thordarson dipecat chairman Stoke, Gunnar Gislason, dan digantikan Steve Cotterill.