Tuesday, April 10, 2018

SEJARAH BORNEO FC

SEJARAH BORNEO FC    Nabil Husein Said Amin yang sebelumnya merupakan ketua koordinator wilayah Pusamania di Malaysia (Pusamalaya) menjadi orang penting dibalik terbentuknya Pusamania Borneo FC.  Pemuda berusia 20 tahun itu bersama PT Nahusam Pratama Indonesia sebagai tubuh aturan PBFC, bertekad ingin membawa kembali kejayaan sepak bola Samarinda di kancah nasional. Tanggal 7 Maret 2014 disepakati sebagai tanggal bulan dan tahun resmi berdirinya Pusamania Borneo FC.  Ide membentuk klub profesional yang dilakukan kelompok suporter Pusamania ini dilandasi perilaku tak puas mereka terhadap klub sebelumnya yang tak kunjung mempunyai prestasi. Sehingga muncul, wacana mengelola klub yang lebih transparan, profesional dan merakyat.  Selain itu, perubahan nama klub Persisam Putra yang sebelumnya pendanaannya bertumpu terhadap APBD kota Samarinda dan berubah nama menjadi Putra Samarindasehingga statusnya dimiliki perseorangan, menjadi salah satu yang ditentang kelompok suporter terbesar di Kalimantan ini.  Tambahan nama Borneo sendiri muncul ketika mereka berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia 2014 sehabis mengakuisisi salah satu klub berlisensi profesional di Pulau Madura, yakni Perseba Super.  Nama Borneo dipilih karena, jajaran direksi PBFC ingin klub ini tak hanya bisa mengharumkan nama kota Samarinda, melainkan juga mengangkat nama Pulau Borneo di kancah sepak bola nasional dan internasional.  Tahun 2014 menjadi titik permulaan PBFC berlaga di kompetisi sepak bola Indonesia. Mengusung sasaran lolos ke kompetisi kasta tertinggi Indonesia, formasi pemain ternama didatangkan ke Samarinda. Tak lupa, potensi lokal Benua Etam juga dilibatkan dalam skuad klub yang dijuluki Pesut Etam.  Stadion Segiri Samarinda yang selam

Nabil Husein Said Amin yang sebelumnya merupakan ketua koordinator wilayah Pusamania di Malaysia (Pusamalaya) menjadi orang penting dibalik terbentuknya Pusamania Borneo FC. Pemuda berusia 20 tahun itu bersama PT Nahusam Pratama Indonesia sebagai tubuh aturan PBFC, bertekad ingin membawa kembali kejayaan sepak bola Samarinda di kancah nasional. Tanggal 7 Maret 2014 disepakati sebagai tanggal bulan dan tahun resmi berdirinya Pusamania Borneo FC.

Ide membentuk klub profesional yang dilakukan kelompok suporter Pusamania ini dilandasi perilaku tak puas mereka terhadap klub sebelumnya yang tak kunjung mempunyai prestasi. Sehingga muncul, wacana mengelola klub yang lebih transparan, profesional dan merakyat. Selain itu, perubahan nama klub Persisam Putra yang sebelumnya pendanaannya bertumpu terhadap APBD kota Samarinda dan berubah nama menjadi Putra Samarindasehingga statusnya dimiliki perseorangan, menjadi salah satu yang ditentang kelompok suporter terbesar di Kalimantan ini.

Tambahan nama Borneo sendiri muncul ketika mereka berlaga di Divisi Utama Liga Indonesia 2014 sehabis mengakuisisi salah satu klub berlisensi profesional di Pulau Madura, yakni Perseba Super. Nama Borneo dipilih karena, jajaran direksi PBFC ingin klub ini tak hanya bisa mengharumkan nama kota Samarinda, melainkan juga mengangkat nama Pulau Borneo di kancah sepak bola nasional dan internasional.

Tahun 2014 menjadi titik permulaan PBFC berlaga di kompetisi sepak bola Indonesia. Mengusung sasaran lolos ke kompetisi kasta tertinggi Indonesia, formasi pemain ternama didatangkan ke Samarinda. Tak lupa, potensi lokal Benua Etam juga dilibatkan dalam skuad klub yang dijuluki Pesut Etam. Stadion Segiri Samarinda yang selama ini identik dengan kejayaan sepak bola Samarinda dipilih Pusamania Borneo FCsebagai sangkar mereka untuk menjamu lawan-lawannya. Stadion berkapasitas hampir dua puluh ribu daerah duduk dan berbentuk curva itu dijuluki Theater Of Hell.

SUPORTER BORNEO FC


Pusamania yakni nama julukan untuk para pendukung kesebelasan Puamania Borneo FC yang bermarkas di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia. Warna pujian Pusamania yakni Orange. Pusamania mempunyai korelasi tidak serasi dengan suporter tetangga mereka Balistik,Pusamania mempunyai korelasi serasi dengan Barito Mania, The Jak Mania, Aremania dan suporter lainnya di indonesia. setiap ada pertandingan Pusamania dan Barito Mania selalu hadir dan mendukung penuh bersama Pusamania, walaupun bukan Barito Putera.


STADION BORNEO FC


Stadion Segiri merupakan sebuah stadion yang berlokasi di sentra kota Samarinda, Kalimantan Timur. Stadion ini Merupakan salah stadion yang representatif yang dimiliki Kota Samarinda selain Stadion Utama Palaran dan Stadion Madya Sempaja. Stadion ini juga merupakan stadion sangkar bagi kesebelasan Pusamania Borneo FC Samarinda. Daya tampung stadion ini diyakini 18 ribu penonton dari 4 tribun. Untuk tribun utara sanggup menampung 2.700 orang, tribun timur 5.000 orang, tribun selatan 2.700 orang dan tribun barat 7.600 orang.

`