Saturday, May 5, 2018

Biografi Raditya Dika

Biografi Raditya Dika  Biodata    Nama lahir : Dika Angkasaputra Moerwani Nama lain : Raditya Dika Lahir : 28 Desember 1984  Bendera : Indonesia Jakarta, Indonesia Pekerjaan : Penulis, komedian, Sutradara, Dj Tahun aktif : 2004 - sekarang Orang tua : Tetty Nasution Situs web : www.radityadika.com    Kisah Pergantian Nama Raditya Dika   Awal kisah perubahan nama Raditya terjadi ketika Radith kelas 4 SD. Saat itu, tanpa ada pertanda apa pun, Dia bilang ke nyokapnya, “Ma, aku pengen ganti nama.” Nyokapnya bilang, “Mau jadi apa namanya?” seolah-olah ganti nama adalah sesuatu yang lazim dilakukan oleh anak kecil. Setelah bepikir cukup lama, karena kedengerannya keren, terpilihlah nama “Raditya”. Jadi, mulai kelas 4 SD, namanya secara (tidak) resmi menjadi Raditya Dika.  Lucunya, begitu si Radith kecil mau ujian nasional kelulusan SD, radith diminta sekolah untuk menuliskan namanya. Radith menulis namanya di lembar formulir yang diberikan sekolah jadi “Raditya Dika”, bukan nama terlahir radith. Eh, ternyata sekolah engga cross-check sama akte kelahiran, jadilah nama di ijazah SD menjadi Raditya Dika.  Begonya, pas masuk SMP, pihak SMP engga ngikutin nama di akte kelahiran, tapi nama di ijazah SD. Radith terdaftar di SMP Tarakanita I sebagai Raditya Dika. Semenjak saat itu, dalam kehidupan pendidikannya, nama Dika Angkasaputra Moerwani pun berganti dengan Raditya Dika. Ijazah SMP juga

Biodata


Nama lahir : Dika Angkasaputra Moerwani

Nama lain : Raditya Dika

Lahir : 28 Desember 1984

Bendera : Indonesia Jakarta, Indonesia

Pekerjaan : Penulis, komedian, Sutradara, Dj

Tahun aktif : 2004 - sekarang

Orang tua : Tetty Nasution

Situs web : www.radityadika.com


Kisah Pergantian Nama Raditya Dika


Awal kisah perubahan nama Raditya terjadi ketika Radith kelas 4 SD. Saat itu, tanpa ada pertanda apa pun, Dia bilang ke nyokapnya, “Ma, aku pengen ganti nama.” Nyokapnya bilang, “Mau jadi apa namanya?” seolah-olah ganti nama adalah sesuatu yang lazim dilakukan oleh anak kecil. Setelah bepikir cukup lama, karena kedengerannya keren, terpilihlah nama “Raditya”. Jadi, mulai kelas 4 SD, namanya secara (tidak) resmi menjadi Raditya Dika.

Lucunya, begitu si Radith kecil mau ujian nasional kelulusan SD, radith diminta sekolah untuk menuliskan namanya. Radith menulis namanya di lembar formulir yang diberikan sekolah jadi “Raditya Dika”, bukan nama terlahir radith. Eh, ternyata sekolah engga cross-check sama akte kelahiran, jadilah nama di ijazah SD menjadi Raditya Dika.

Begonya, pas masuk SMP, pihak SMP engga ngikutin nama di akte kelahiran, tapi nama di ijazah SD. Radith terdaftar di SMP Tarakanita I sebagai Raditya Dika. Semenjak saat itu, dalam kehidupan pendidikannya, nama Dika Angkasaputra Moerwani pun berganti dengan Raditya Dika. Ijazah SMP juga memakai nama “Raditya Dika”, orang-orang mulai manggilnya “Radith”, bukannya “Dika” lagi. And so on. Pas umur 17, karena kelurahan gak ngecek, KTPnya pun namanya jadi Raditya Dika. SIM, karena ngikutin KTP, juga make nama itu.

Masalah baru timbul pas Radith mau kuliah ke luar negeri. Ketika itu, mereka meminta akte kelahirannya dan mencocokannya sama ijazah SMA. Nah lho, kok gak sama? Pasport, karena make akte kelahiran, jadi masalah. Tiket pesawat yang Radith pesen ke sana juga atas nama Raditya Dika, bukan nama terlahir Radith. Itu juga menjadi masalah. Akhirnya, pihak imigrasi membuatkannya nama alias. Jadinya, di halaman kedua pasport Radith ada tulisan: “The bearer of this passport is also know as Raditya Dika” yang disahkan oleh kepala imigrasi. Heboh. Radith berasa agen rahasia di negara-negara bule yang punya nama alias. Itulah asal usul kenapa namanya berubah jadi Raditya Dika. Radith adalah Comic (Stand Up Comedian) sebutan untuk orang yang stand up comedy. Bagi yang ga tau apa itu Stand Up Comedy silakan Googling. Yang mau lihat gimana aksi Radith silakan lihat di Youtube.


Perjalanan Karir Raditya Dika


Radith mengawali keinginan untuk membukukan catatan hariannya di blog pribadinya saat ia memenangi Indonesian Blog Award. Radith juga pernah meraih Penghargaan bertajuk The Online Inspiring Award 2009 dari Indosat.Dari pengalaman itu, ia mencetak tulisan-tulisannya di blog kemudian ia menawarkannya ke beberapa penerbit untuk dicetak sebagai buku. Awalnya banyak yang menolak, tetapi kemudian ketika ia ke Gagasmedia, sebuah penerbit buku, naskah itu diterima, meski harus presentasi dahulu.

Radit sukses menjadi penulis dengan keluar dari arus utama (mainstream). Ia tampil dengan genre baru yang segar. Yang membuat ia berbeda dari penulis lain adalah ide nama binatang yang selalu ia pakai dalam setap bukunya. Dari buku pertama hingga terbaru, semua judulnya mengandung nama binatang.[butuh rujukan] Bagi Radith, ini adalah selling point-nya.

Menurutnya, sebagai penulis tetap harus memiliki inovasi. Sebenarnya, pada bulan-bulan pertama, buku pertamanya tidak terlalu laku. Ini, menurut Radith, adalah risiko masuk dalam genre baru.[butuh rujukan] Radith kemudian gencar berpromosi di blog yang ia kelola.Selain itu ia juga gencar promosi dari mulut ke mulut (word of mouth). Radith meminta pembacanya untuk berfoto dengan buku pertamanya itu kemudian dikirim ke Radith. Jadilah ini sebuah strategi pemasaran yang bisa mengelola pembaca sebagai target pasarnya. Menurut Radith, dalam menulis, tidak serta-merta setelah buku terbit, urusan selesai. Kemudian, pemasaran diserahkan kepada penerbit.

Sebaliknya, penulis seharusnya juga menjadi pemasar bagi bukunya sendiri karena sebenarnya penulis juga seniman.[butuh rujukan] Penulis yang kreatif akan menjadikan bukunya sebagai produk yang baginya harus bisa laku di pasaran.[butuh rujukan] Meskipun pada dasarnya buku adalah bukan barang komersial, tetapi memandang buku sebagai sebuah produk berilmu yang perlu dipasarkan adalah sebuah hal yang perlu dilakukan saat ini.

Menjadi penulis sukses bukan berarti tidak ada hambatan. Menurut Radith, hambatan bukan hanya dari industri buku, melainkan juga dari hal-hal yang sifatnya diagonal. Artinya, lawan dari industri buku bisa jadi bukan industri buku lain tetapi industri lain yang sebenarnya tidak berhubungan sama sekali seperti hiburan (entertainment), makanan, dan lain-lain. Sebagai contoh, bila ada anak muda memiliki uang 50.000 rupiah, belum tentu ia akan membelanjakannya untuk buku.[butuh rujukan] Bisa jadi uang itu digunakan untuk menonton film di bioskop atau membeli makanan cepat saji. Dan yang jelas, buku bukan pilihan utama.

Bagi Radith hal ini memang sudah lazim. Yang perlu dilakukan adalah terus berkreasi dan bertindak kreatif. Baginya, kompetisi yang ada adalah kunci untuk berinovasi. Tekanan kompetitor bisa menjadi motivasi untuk terus memberikan ide-ide baru dan menggali kemampuan.

Radith kini meneruskan studinya di Jurusan Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Indonesia. Selain itu, kini ia berkarier di penerbit buku Bukune,Radith bertindak sebagai direktur juga sebagai direktur dan pemimpin redaksi. Tepat pada hari ulang tahunnya Raditya merayakannya bersama ratusan penggemarnya RDL (Raditya Dika Lovers) di Taman Mini Indonesia Indah.

Berkat adanya Raditya Dika, komedi tunggal Indonesia tidak lagi kuno. Ia memiliki prinsip bahwa Komedi itu sebagian dari hidupnya. Karena komedi bisa membawa kariernya ke jenjang yang lebih baik.

Selain seorang Comic Radith juga terkenal seorang penulis buku-buku jenaka. Radith memulai karir sebagai penulis melalui blog pribadinya www.kambingjantan.com yang sekarang menjadi www.radityadika.comkemudian tulisan diblog dibukukan.

Buku pertamanya yang mengangkat dirinya berjudul Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh diterbitkan tahun 2005. Buku ini menceritakan kehidupan Radith ketika masih berkuliah di Adelaide, Australia. Cerita yang dibawakan Radith adalah kisah-kisahnya sebagai pelajar Indonesia yang berkuliah di luar negeri. Buku ini ditampilkan dalam format diary (buku harian).

Buku keduanya berjudul Cinta Brontosaurus, diterbitkan pada tahun 2006. Hampir sama dengan buku sebelumnya, cerita-cerita dalam buku ini berasal dari kisah keseharian Radith. Namun, buku kedua ini menggunakan format cerita pendek (cerpen) yang bercerita mengenai pengalaman cinta Radith yang sepertinya selalu tidak beruntung. Isi dari buku ini meliputi kisah dari sewaktu Radith mengirim surat cinta pertama ke temannya saat SD, hingga pengalaman Radith memerhatikan kucing Persia-nya yang jatuh cinta dengan kucing kampung tetangganya.

Biografi Raditya Dika  Biodata    Nama lahir : Dika Angkasaputra Moerwani Nama lain : Raditya Dika Lahir : 28 Desember 1984  Bendera : Indonesia Jakarta, Indonesia Pekerjaan : Penulis, komedian, Sutradara, Dj Tahun aktif : 2004 - sekarang Orang tua : Tetty Nasution Situs web : www.radityadika.com    Kisah Pergantian Nama Raditya Dika   Awal kisah perubahan nama Raditya terjadi ketika Radith kelas 4 SD. Saat itu, tanpa ada pertanda apa pun, Dia bilang ke nyokapnya, “Ma, aku pengen ganti nama.” Nyokapnya bilang, “Mau jadi apa namanya?” seolah-olah ganti nama adalah sesuatu yang lazim dilakukan oleh anak kecil. Setelah bepikir cukup lama, karena kedengerannya keren, terpilihlah nama “Raditya”. Jadi, mulai kelas 4 SD, namanya secara (tidak) resmi menjadi Raditya Dika.  Lucunya, begitu si Radith kecil mau ujian nasional kelulusan SD, radith diminta sekolah untuk menuliskan namanya. Radith menulis namanya di lembar formulir yang diberikan sekolah jadi “Raditya Dika”, bukan nama terlahir radith. Eh, ternyata sekolah engga cross-check sama akte kelahiran, jadilah nama di ijazah SD menjadi Raditya Dika.  Begonya, pas masuk SMP, pihak SMP engga ngikutin nama di akte kelahiran, tapi nama di ijazah SD. Radith terdaftar di SMP Tarakanita I sebagai Raditya Dika. Semenjak saat itu, dalam kehidupan pendidikannya, nama Dika Angkasaputra Moerwani pun berganti dengan Raditya Dika. Ijazah SMP juga

Buku ketiganya yang berjudul Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa terbit pada tanggal 29 Agustus 2007. Buku ketiga ini mengisahkan Radith yang pernah menjadi badut Monas dalam sehari, mengajar bimbingan belajar, lalu saat Radith dikira hantu penunggu WC, sampai cerita mengenai kutukan orang NTB. Sementara, buku keempatnya berjudul Babi Ngesot: Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang terbit pada bulan April 2008.

Buku kelimanya berjudul Marmut Merah Jambu diterbitkan pada tahun 2010. Masih berkonsepkan cerita komedi yang ditulis berdasarkan kisah sang penulis seperti dalam buku-buku sebelumnya. Garis besar buku ini menceritakan kisah asmara penulis maupun orang terdekatnya, termasuk saat menjalin kasih dengan penyanyi Indonesia, Sherina Munaf. Buku ini berisi 222 halaman.

Buku keenam berjudul Manusia Setengah Salmon yang diterbitkan pada tahun 2011. Berkonsepkan cerita komedi yang ditulis berdasarkan kisah sang penulis seperti dalam buku-buku sebelumnya. Buku ini berisi 264 halaman.

Radith sukses menjadi penulis dengan keluar dari arus utama (mainstream). Ia tampil dengan genre baru yang segar. Yang membuat ia berbeda dari penulis lain adalah ide nama binatang yang selalu ia pakai dalam setap bukunya. Dari buku pertama hingga terbaru, semua judulnya mengandung nama binatang. Bagi Radith, ini adalah selling point-nya.

Radith selain jadi comic dan penulis buku, Ia juga aktif di bidang perfilman dan pertelevisian Indonesia. Radith pernah menjadi aktor di film Kambing Jantan The Movie. Menurut sumber yang ga jelas (ga jelas kayak radith) dia juga jadi Sutradara di acara Malam Minggu Miko. Dia juga jadi Juri di acara Stand Up Comedy Indonesia.

Radith kini meneruskan studinya di program ekstensi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Indonesia. Selain itu, kini ia berkarier di penerbit buku Bukune, Radith bertindak sebagai direktur dan juga pemimpin redaksi. Tepat pada hari ulang tahunnya Radith merayakannya bersama ratusan penggemarnya RDL (Raditya Dika Lovers) di Taman Mini Indonesia Indah.

Riwayat Pendidikan


SD SMP Tarakanita I

SMA 70 Jakarta

Universitas Indonesia Jurusan Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (katanya dulu pernah kuliah di Australia tapi ga tau apa nama Universitasnya :D)


Karya Tulis

1. Buku

2005 - Kambing Jantan: Sebuah Catatan Harian Pelajar Bodoh

2006 - Cinta Brontosaurus

2007 - Radikus Makan kakus: Bukan Binatang Biasa

2008 - Babi Ngesot: Datang Tak Diundang Pulang Tak Berkutang

2010 - Marmut Merah Jambu

2011 - Manusia Setengah Salmon

2. Komik (bersama Dio Rudiman)

2008 - Komik Kambing Jantan

2011 - Komik Kambing Jantan 2


Filmografi


Pemeran


Kambing Jantan: The Movie (2009)

Cinta Bruntosaurus (2013)

Cinta Dalam Kardus : Miko (2013)


Penulis Skenario


Maling Kutang (2009)


Acara TV


Malam Minggu Miko (Kompas TV)

Malam Minggu Miko 2 (Kompas TV)

Juri Stand Up Comedy Indonesia (Kompas TV)