Sunday, June 3, 2018

Sejarah PSMS Medan

Berdiri: 1950 Alamat: Komplek Dr. T.D. Pardede, Jl. Binjai Km 10,8 Indonesia Telepon: +62 (0) 61 847 7795 Faksimile: +62 (0) 61 847 7795 Ketua: Dzulmi Eldin Direktur: Idris SE Stadion: Teladan  Persatuan Sepak Bola Medan Sekitarnya atau biasa disingkat PSMS Medan adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Medan, Sumatera Utara. PSMS Medan saat ini bermain di divisi utama Liga Indonesia. PSMS Medan dirikan pada tanggal 21 April 1950. Meski demikian sejak tahun 1930 telah berdiri klub Medansche Voetbal Club(MSV) yang diyakini merupakan embrio PSMS. Sejak dahulu kota Medan dikenal dunia oleh karena perkebunan tembakau Delinya. Tak heran bahwasannya logo PSMS berupa "daun" dan "bunga tembakau Deli".    PSMS Medan dikenal dengan tipe permainan khas rap-rap yakni sepak bola yang berkarakter keras, cepat dan ngotot namun tetap bermain bersih menjunjung sportivitas. Inilah yang kerap ditunjukkan oleh tim berjuluk "Ayam Kinantan" ini. Menjelang digelarnya Liga Super Indonesia pada 12 Juli 2008, tim ini masih dipayungi dengan polemik internal antar pengurus tim dengan pihak pengelola yang mencuatkan pengunduran diri PSMS Medan dari ajang LSI 2008 di mana akhirnya pada tanggal 10 Juli 2008 Badan Liga Indonesia memutuskan untuk tetap mengikutsertakan PSMS Medan mengikuti ajang Liga Super Indonesia meski harus menggunakan Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta pada paruh musim pertama setelah pihak pengelola setuju memberi kompensasi sebesar Rp. 2,5 miliar sebagai dana renovasi infrastruktur Stadion Teladan, Medan.  Pada musim pertama Liga Indonesia yang saat itu terbagi atas 2 wilayah, di mana PSMS berada Wilayah Barat, prestasi PSMS hanyalah di papan tengah klasemen. Pemain kunci saat itu antara lain : Iwan Karo-Karo, Abdul Rahman, Witya Fusen, Irfansyah. PSMS pada saat itu dijuluki jago kandang karena sulit dikalahkan bila bermain di Medan. Pada musim kedua Liga Indonesia, PSMS kembali bergabung di Wilayah Barat, dan PSMS kembali hanya berada di papan tengah klasemen. Pemain kunci saat itu adalahRonaldo dan Alessando dari Brasil, serta Iwan Karo-Karo. Salah s


Berdiri: 1950

Alamat: Komplek Dr. T.D. Pardede, Jl. Binjai Km 10,8 Indonesia

Telepon: +62 (0) 61 847 7795

Faksimile: +62 (0) 61 847 7795

Ketua: Dzulmi Eldin

Direktur: Idris SE

Stadion: Teladan

Persatuan Sepak Bola Medan Sekitarnya atau biasa disingkat PSMS Medan adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Medan, Sumatera Utara. PSMS Medan saat ini bermain di divisi utama Liga Indonesia. PSMS Medan dirikan pada tanggal 21 April 1950. Meski demikian sejak tahun 1930 telah berdiri klub Medansche Voetbal Club(MSV) yang diyakini merupakan embrio PSMS. Sejak dahulu kota Medan dikenal dunia oleh karena perkebunan tembakau Delinya. Tak heran bahwasannya logo PSMS berupa "daun" dan "bunga tembakau Deli".

PSMS Medan dikenal dengan tipe permainan khas rap-rap yakni sepak bola yang berkarakter keras, cepat dan ngotot namun tetap bermain bersih menjunjung sportivitas. Inilah yang kerap ditunjukkan oleh tim berjuluk "Ayam Kinantan" ini. Menjelang digelarnya Liga Super Indonesia pada 12 Juli 2008, tim ini masih dipayungi dengan polemik internal antar pengurus tim dengan pihak pengelola yang mencuatkan pengunduran diri PSMS Medan dari ajang LSI 2008 di mana akhirnya pada tanggal 10 Juli 2008 Badan Liga Indonesia memutuskan untuk tetap mengikutsertakan PSMS Medan mengikuti ajang Liga Super Indonesia meski harus menggunakan Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta pada paruh musim pertama setelah pihak pengelola setuju memberi kompensasi sebesar Rp. 2,5 miliar sebagai dana renovasi infrastruktur Stadion Teladan, Medan.

Pada musim pertama Liga Indonesia yang saat itu terbagi atas 2 wilayah, di mana PSMS berada Wilayah Barat, prestasi PSMS hanyalah di papan tengah klasemen. Pemain kunci saat itu antara lain : Iwan Karo-Karo, Abdul Rahman, Witya Fusen, Irfansyah. PSMS pada saat itu dijuluki jago kandang karena sulit dikalahkan bila bermain di Medan. Pada musim kedua Liga Indonesia, PSMS kembali bergabung di Wilayah Barat, dan PSMS kembali hanya berada di papan tengah klasemen. Pemain kunci saat itu adalahRonaldo dan Alessando dari Brasil, serta Iwan Karo-Karo. Salah satu pertandingan pada musim ini yang paling mengesankan adalah ketika PSMS bertandang ke kandang Pelita Jaya dan menang 4 - 3, di mana gol PSMS dicetak oleh Ronaldo, Alessandro, dan 2 gol oleh Khair Rifo. Sementara, salah satu pencetak gol Pelita adalah pemain Italia,Giuseppe Accardi yang saat ini berprofesi sebagai pemandu bakat bagi klub-klub Eropa. Musim ke-2 ini adalah awal sejarah di mana PSSI mensubsidi dua pemain asing bagi setiap tim.

Pada musim ketiga Liga Indonesia, PSMS tergabung di Wilayah Tengah. Pada musim ini, PSMS hampir saja terdegradasi. Pemain kunci saat itu adalah Khair Rifo, M. Halim, dan pemain Brasil, Brazio. Musim ini menjadi awal bangkitnya PSMS di musim selanjutnya. Penampilan yang bagus dari Khair Rifo dan M. Halim membuat mereka dibeli oleh Persib Bandung pada musim berikutnya. Mengawali Musim pertama penyelenggaraan Liga Super, PSMS dilanda banyak masalah. Mulai dari eksodus besar-besaran para pemain bintang yang keluar karena masalah gaji yang tak terselesaikan, ditambah Stadion Teladan yang tak lulus stratifikasi Liga Super yang membuat PSMS harus menjadi tim musafir yang berpindah - pindah home base hingga masalah perpecahan di tubuh Tim. PSMS mengawali liga super dengan sangat buruk. Di bawah asuhan Eric William, PSMS berkutat di zona degradasi sepanjang paruh musim pertama. Melihat prestasi ini, Eric William akhirnya didepak digantikan oleh Lestiadi.

Memasuki putara kedua liga super pembenahan besar besaran dilakukan. Diantaranya menarik Rudi Keltjes sebagai Pelatih Kepala mengganti posisi Lestiadi yang dijadikan Assisten Pelatih, hingga berpindah homebse dari Stadion Siliwangi Bandung menjadi Stadion Jakabaring Palemban. Hasilnya sedikit demi sedikit PSMS berhasil merangkak keluar dari zona deglarasi. Bahkan di kompetisi AFC Cup PSMS berhasil membuat rekor sebagai klub Indonesia pertama yang berhasil lolos ke Babak 16 Besar setelah menjadi Runner Up Group F dibawah South China FC dari Hongkong walau kemudian ditundukkan Chonburi FC dari Thailand di Perdelapan Final. Namun sayang di akhir kompetisi PSMS harus finish di urutan ke 15 yang mengharuskan ayam kinantan menjalani laga Play-Off menghadapi peringkat 4 Divisi Utama Persebaya Surabaya memperebutkan Tiket Liga Super musim depan.

PSMS akhirnya terdegradasi untuk kedua kalinya setelah pada partai tersebut PSMS takluk 6-7 dalam drama adu penalti di Stadion Siliwangi Bandung. untuk kedua kalinya PSMS harus menerima kenyataan terdegrarasi setelah pada musim sebelumnya menjadi Runner Up liga. Terdeglarasi ke divisi utama untuk kedua kalinya benar - benar menjadi raihan terburuk PSMS Medan. PSMS Segera berbenah, namun kekacauan di manajemen PSMS Medan saat itu membuat persiapan tim terganggu. Kepemimpinan Suimin Diharja di awal musim sebenarnya cukup baik. Dari hasil 5 laga awal PSMS berhasil dibawa bercokol di papan atas group 1 Divisi Utama. Namun karena sesuatu hal manajemen PSMS mengganti Suimin dengan Kustiono yang saat itu adalah pelatih PSAP Sigli. Hasilnya sangat buruk. Di tangan Kustiono, PSMS tidak sekalipun meraih kemenangan dan hingga musim 2009 menyisahkan 3 laga terakhir, PSMS berada di dasar klasemen dan terancam terdegradasi ke Divisi Satu. Dianggap kurang berhasil menangani PSMS, Kustiono kemudian digantikan oleh Zulkarnaen Pasaribu. Hasilnya, tiga laga terakhir berhasil dimenangi dan PSMS selamat dari Degradasi.

Berdiri: 1950 Alamat: Komplek Dr. T.D. Pardede, Jl. Binjai Km 10,8 Indonesia Telepon: +62 (0) 61 847 7795 Faksimile: +62 (0) 61 847 7795 Ketua: Dzulmi Eldin Direktur: Idris SE Stadion: Teladan  Persatuan Sepak Bola Medan Sekitarnya atau biasa disingkat PSMS Medan adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Medan, Sumatera Utara. PSMS Medan saat ini bermain di divisi utama Liga Indonesia. PSMS Medan dirikan pada tanggal 21 April 1950. Meski demikian sejak tahun 1930 telah berdiri klub Medansche Voetbal Club(MSV) yang diyakini merupakan embrio PSMS. Sejak dahulu kota Medan dikenal dunia oleh karena perkebunan tembakau Delinya. Tak heran bahwasannya logo PSMS berupa "daun" dan "bunga tembakau Deli".    PSMS Medan dikenal dengan tipe permainan khas rap-rap yakni sepak bola yang berkarakter keras, cepat dan ngotot namun tetap bermain bersih menjunjung sportivitas. Inilah yang kerap ditunjukkan oleh tim berjuluk "Ayam Kinantan" ini. Menjelang digelarnya Liga Super Indonesia pada 12 Juli 2008, tim ini masih dipayungi dengan polemik internal antar pengurus tim dengan pihak pengelola yang mencuatkan pengunduran diri PSMS Medan dari ajang LSI 2008 di mana akhirnya pada tanggal 10 Juli 2008 Badan Liga Indonesia memutuskan untuk tetap mengikutsertakan PSMS Medan mengikuti ajang Liga Super Indonesia meski harus menggunakan Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta pada paruh musim pertama setelah pihak pengelola setuju memberi kompensasi sebesar Rp. 2,5 miliar sebagai dana renovasi infrastruktur Stadion Teladan, Medan.  Pada musim pertama Liga Indonesia yang saat itu terbagi atas 2 wilayah, di mana PSMS berada Wilayah Barat, prestasi PSMS hanyalah di papan tengah klasemen. Pemain kunci saat itu antara lain : Iwan Karo-Karo, Abdul Rahman, Witya Fusen, Irfansyah. PSMS pada saat itu dijuluki jago kandang karena sulit dikalahkan bila bermain di Medan. Pada musim kedua Liga Indonesia, PSMS kembali bergabung di Wilayah Barat, dan PSMS kembali hanya berada di papan tengah klasemen. Pemain kunci saat itu adalahRonaldo dan Alessando dari Brasil, serta Iwan Karo-Karo. Salah s


Berkaca dari prestasi musim sebelumnya, PSMS tidak mau lengah. Manajemen membuat perombakan besar. Diantaranya, Seleksi pemain dilakukan jauh sebelum musim baru bergulir dengan mempertahankan sebagian besar pemain dari musim sebelumnya. Ini dilakukan demi menjaga kekompakan tim yang sudah terjalin sebelumnya. Selain itu, PSMS juga memainkan seluruh partai kandangnya di Stadion Teladan pada malam hari dengan harapan partai kandang PSMS mampu disaksikan ribuan pendukungnya. Pemain - pemain bintang juga didatangkan seperti Kurniawan Dwi Julianto, Gaston Castano dan Donny F Siregar. Hasilnya cukup menjanjikan. PSMS berhasil menunjukkan kualitasnya dan bersaing di papan atas Divisi Utama group I bersama PSAP Sigli dan Semen Padang. PSMS berhasil memastikan satu tiket ke babak 8 Besar namun akhirnya tersingkir setelah gagal lolos dari group B usai kalah melawan Mitra Kukar dan ditahan imbang Persisam di laga terakhir group.


PRESTASI DI PERSERIKATAN


1954 - Runner-up, kalah dari Persija Jakarta

1957 - Runner-up, kalah dari PSM Ujungpandang (sekarang PSM Makassar)

1967 - Juara, mengalahkan Persebaya Surabaya

1971 - Juara, mengalahkan Persebaya Surabaya

1975 - Juara bersama, dengan Persija Jakarta

1983 - Juara, mengalahkan Persib Bandung

1985 - Juara, mengalahkan Persib Bandung

1992 - Runner-up, kalah dari PSM Ujungpandang


PRESTASI DI LIGA INDONESIA


1994/1995 - Peringkat ke-9 Divisi Utama Wilayah Barat

1995/1996 - Peringkat ke-11 Divisi Utama Wilayah Barat

1996/1997 - Peringkat ke-10 Divisi Utama Wilayah Tengah

1997/1998 - Peringkat ke-1 Divisi Utama Wilayah Tengah (Liga dihentikan)

1998/1999 - Semifinalis Divisi Utama ( Juara Grup A, Peringkat ke-2 Grup Q Babak 10 Besar)

1999/2000 - Babak 8 Besar Divisi Utama (Peringkat ke-4 Wilayah Barat)

2001 - Semifinalis Divisi Utama (Juara Wilayah Barat, Juara Grup Barat Babak 8 Besar)

2002 - Peringkat ke-11 Divisi Utama (Degradasi)

2003 - Divisi Satu, Peringkat ke-2 (Juara Grup A)

2004 - Peringkat ke-7 Divisi Utama

2005 - Peringkat ke-4 Divisi Utama (Peringkat ke-4 Wilayah Barat, Peringkat ke-2 Grup Timur Babak 8 Besar)

2006 - Peringkat ke-5 Wilayah Satu

2007 - Runner-up

2008 - degardasi ke divisi utama

2010 - Masuk 8 Besar Divisi Utama (sehingga masuk ke Liga Super)

2011/2012 - Kembali terdegradasi ke Divisi Utama (PSMS ISL dan PSMS IPL) 2005 - Juara ke-4 Copa Dji Sam Soe


PRESTASI LAIN


2005 - Juara Pertama Piala Emas Bang Yos II (14 Februari 2005), di final mengalahkan tim asal Singapura Geylang United FC dengan skor 5-1.

2005 - Juara Pertama Piala Emas Bang Yos III (17 Desember 2005), di final mengalahkan Persik Kediri dengan skor 2-1.

2006 - Juara Pertama Piala Emas Bang Yos IV(16 Desember 2006), di final mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 4-2 (1-1) melalui drama adu pinalti dan PSMS Medan dinobatkan sebagai pemilik abadi Piala Emas Bang Yos.